Gubernur Nova Resmikan Asrama Mahasiswa Aceh di Bogor

Gubernur Aceh, Nova Iriansyah meresmikan asrama putri mahasiswa Aceh Pocut Baren dan peluncuran program pembiayaan operasional gratis bagi mahasiswa Aceh di Kelurahan Balumbang Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Sabtu (20/2/2021).
Dalam peresmian tersebut, Wali Kota Bogor, Bima Arya hadir didampingi Kepala Bappeda Kota Bogor, Hanafi dan aparatur wilayah setempat.
Dalam ucapan selamat datang, Bima Arya mengungkapkan, Kota Bogor dan Aceh memiliki hubungan yang spesial, saling berbalas kunjungan dan saling mendukung berbagai kegiatan. Komunikasi yang terjalin menjadi lebih intens, mulai dari warga hingga para pejabatnya.
Selain itu, kata dia, dimensi dari hubungan yang erat meliputi berbagai dimensi, mulai dari budaya hingga yang terbaru adalah olahraga gowes bareng keliling Kota Bogor di tengah cuaca agak mendung, gerimis dan sejuk.
"Kami berharap hubungan yang ada terus berlanjut dan meliputi dimensi lainnya," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya memaparkan beberapa tipe pemimpin, mulai dari yang fokus pada hal-hal yang kekinian, yang sibuk dengan masa lalu (gagal move on) hingga pemimpin yang canggih. Pemimpin yang paling canggih adalah pemimpin yang move on, bergerak cepat dan berorientasi masa depan di tengah keterbatasan.
"Memikirkan mahasiswa yang belajar di luar Aceh dan difasilitasi itu tanda-tandanya Pak Gubernur maqam dan levelnya berorientasi pada masa depan. Dengan segala dilema dan hal yang sangat tidak mudah, Pak Gubernur masih memikirkan para mahasiswa," kata Bima Arya.
Sementara itu, Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyebutkan hubungan antara Bogor dan Aceh bukan hubungan 'kaleng-kaleng'. Ia menceritakan pengalamannya berkolaborasi dengan Bima Arya menampilkan kesenian saat Wali Kota Bogor berkunjung ke Aceh, selain pengalamannya bersepeda keliling di Kota Bogor.
"Skema persaudaraan Aceh - Bogor merupakan langkah kecil untuk lompatan yang lebih besar," jelasnya.
Pembangunan sebuah bangsa menurut Nova,tidak cukup hanya sarana prasarana fisik semata atau utilitas untuk melayani publik, tetapi juga harus memperhatikan Sumber Daya Manusia (SDM).
"Pak JK (Jusuf Kalla) pernah berpesan kepada saya, kejayaan masa lalu itu penting tapi kegemilangan masa depan itu lebih penting. Dalam konteks itulah kita bertemu," kata Gubernur.
Kepada mahasiswa Aceh di Bogor, Nova berpesan, selain ilmu hal penting yang harus dimiliki adalah akhlak yang mulia.
"Tiru dan tingkatkan hal yang baik dari Pemerintah Kota Bogor dan warganya. Bawa pulang dan terapkan serta tularkan kepada warga Aceh lainnya yang memerlukannya," ujarnya.
Bicara tentang kepemimpinan, Nova mengungkapkan tidak ada 'Superman' dalam kepemimpinan. Kepemimpinan yang modern dicirikan kolaboratif dengan super timnya. Dia berharap kunjungannya mampu memberikan semangat bagi para mahasiswa yang tengah menjalani pendidikan di luar Aceh.
Gubernur menyebutkan, total Rp 6 Miliar yang dikeluarkan Pemprov Aceh dalam program pembangunan dan bantuan bagi mahasiswa di luar Aceh, baik nasional maupun internasional.
Apresiasi disampaikan Nova atas perjuangan Bima Arya dalam membangun Kota Bogor dengan fiskal yang didapat Kota Bogor. Kepada mahasiswa Aceh di Bogor direkomendasikan untuk belajar kiat-kiat dalam membangun Kota Bogor.
Asrama mahasiswa putri Aceh Pocut Baren Bogor merupakan satu dari 7 asrama mahasiswa Aceh yang direnovasi dan diresmikan Pemerintah Provinsi Aceh. Dan yang lainnya tersebar ada di Padang, Bandung, Yogyakarta dan Sumedang.
Nama Pocut Baren sendiri merupakan seorang pahlawan dan ulama wanita dari Aceh yang terkenal gigih melawan penjajahan Belanda.
Selain menjadi panglima perang juga menjadi uleebalang daerah Gome, yang memiliki pengikut setia yang banyak dan membantu dalam pertempuran melawan Belanda.( Prokompim )