Bima Arya Inginkan Perumda Tirta Pakuan Intens Bantu Penanganan Covid-19

Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pakuan Kota Bogor menggelar Kick Off Meeting program kerja dan rencana bisnis 2021 di Hotel Aston Bogor Nirwana Residence (BNR), Rabu (17/2/2021).
Kick off ini turut dihadiri dan dibuka Wali Kota Bogor Bima Arya dan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bogor, Herry Hermanus Horo.
Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya mensinergikan program-program perbaikan pelayanan antar departemen, agar output yang dihasilkan lebih maksimal.
Ada lima fokus program kerja 2021, sebut saja perbaikan pelayanan Kualitas, Kuantitas, dan Kontinuitas (3K) Pelayanan 24 jam, pengembangan dan penerapan IT terintegrasi, penurunan kehilangan air, penambahan cakupan layanan menuju universal akses air minum 100% dan peningkatan kapasitas SDM.
"Memastikan program-program ini terlaksana, terutama tadi masalah kepuasan pelanggan itu yang jadi tolak ukurnya. Makanya di program kali ini kita memprioritaskan terkait dengan 3K. Jadi kalo 3K itu tercapai, maka kepuasan pelanggan akan tercapai," ujarnya.
Rino memaparkan, terkait 3K ini perlu membangun infrastruktur diantaranya membangun reservoir 1.500 meter kubik untuk pelayanan di Bogor Barat dan penambahan spam baru untuk zona enam yang mana akan dilakukan pembebasan lahan untuk menambah kapasitas air yang nantinya ada sekitar 2.100 tambahan sambungan baru.
"Pembebasan lahannya 1 hektar, tapi ada beberapa yang harus ditekankan, sebagai Perumda kita harus hati-hati saat pembebasan lahan tapi secara keseluruhan sudah clear, sekarang lagi penanganan dokumen balik nama," imbuhnya.
Dia menjelaskan, terkait peningkatan kapasitas SDM merupakan sesuatu yang harus dikelola agar pegawai bisa lebih termotivasi. Pihaknya akan memberikan penghargaan pada keahlian pegawai sama dengan struktural.
"Biar guyub satu sama lain, saling menghargai jadi orang yang punya keahlian itu terakreditasi dan diakui perusahaan," jelasnya.
Di tempat yang sama, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, ia ingin agar Perumda Tirta Pakuan memaksimalkan peran perangkat daerah untuk penyampaian pesan kepada masyarakat.
Pasalnya, penyampaian pesan konvensional juga tak kalah penting dari pola sistem informasi online (media mainstream dan media sosial) yang selama ini dijalankan perusahaan serta agar Tirta Pakuan lebih intens pada upaya penanganan Covid-19, tak hanya bersifat insidentil, tetapi skema program yang bersifat menyeluruh.
"Perumda Tirta Pakuan kan punya banyak aset. Nah, silahkan gunakan semaksimal mungkin untuk program tanggap Covid-19. Misalnya seperti wisata alam, KWT, dan sebagainya. Harus ada unsur tanggap darurat Covid-19 nya," ujar Bima Arya.
Hal lain yang ditekankan Bima Arya, yakni upaya meningkatkan soliditas dan kebersamaan pegawai. Ini dianggap penting untuk meningkatkan etos kerja yang akan berimbas pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
"PDAM ini harus bisa mencari keseimbangan atau titik temu antara kuantitatif dan kualitatif, antara fokus pada pelayanan dan pengembangan atau inovasi, antara merespon keluhan pelanggan dan fokus membangun infrastruktur baru," pungkasnya.( Prokompim )