Bogor Kota Beragam Dalam Bingkai Kebersamaan

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengikuti acara silaturahmi secara virtual sekaligus technical meeting Calon Penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat Tahun 2021 di ruang kerja Wali Kota, Balai Kota Bogor, Senin (11/1/2021).
Dalam kesempatan itu, Bima Arya memaparkan Kota Bogor sebagai kota yang beragam dalam bingkai kebersamaan dan menceritakan kecintaannya terhadap kota kelahirannya.
"Ikatan emosional saya dengan Kota Bogor tidak akan luntur dan tidak bisa pudar, saya cinta Bogor setengah mati," katanya.
Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Bogor menurut Bima Arya adalah kota paling indah didunia. Rasa cinta yang dimilikinya membuatnya meninggalkan zona nyaman sebagai seorang pengamat untuk bertarung menjadi salah satu kontestan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bogor pada 2013 dengan niat menjadikan Kota Bogor sebagai kota kebanggaan.
Bagi Bima Arya, Kota Bogor adalah kebersamaan, kekeluargaan, paguyuban dan kebudayaan. Banyak hal yang luar biasa di Kota Bogor, kebersamaan dalam keberagaman menjadi hal yang tidak habis dikagumi dirinya.
"Jika nanti bapak/ibu berkeliling di Kota Bogor pasti sepakat dengan saya, lebih khusus lagi ketika di bulan puasa. Orang-orang berbagi dengan orang dari lintas agama, ketika hari raya Natal kami datang menyampaikan selamat kepada umat kristiani. Masjid, gereja dan vihara berdampingan di pusat kota. Tidak pernah ada konflik horizontal maupun vertikal di Kota Bogor," sebutnya.
Kebersamaan dalam keberagaman yang tercipta di Kota Bogor menjadi hal yang luar biasa. Perayaan-perayaan di Kota Bogor bukan sekedar budaya, tari-tarian atau pertunjukan. Namun itu semua adalah warisan tentang kebersamaan dalam keberagaman yang selalu dijaga dari satu masa ke masa.
"Perjuangan agar Bogor Street Festival Cap Go Meh menjadi bagian Calender of Event tingkat nasional tidak sekedar menarik wisatawan, namun jauh lebih dari itu, yakni ingin menyampaikan pesan kepada semua bahwa dari Bogor untuk Indonesia, kebersamaan dalam keberagaman dirawat dari masa ke masa. Dan ini hal yang paling ingin di pertahankan," paparnya.
Kebersamaan dalam keberagaman menjadi pondasi yang memperkuat Kota Bogor, memperkuat capaian infrastruktur maupun capaian prestasi penghargaan.
Ketika memasuki pandemi Covid-19, ia menegaskan untuk memilih terus optimis. Sebab, dalam sejarahnya, bangsa Indonesia memiliki keguyuban dan kebersamaan yang luar biasa. Dan modal sosial ini menjadi dorongan motivasi lebih dalam melangkah melewati masa sekarang dengan meluncurkan berbagai kegiatan, kebijakan dan program.
"Dan yakin apa yang kita lakukan akan dijaga dan dirawat dari masa ke masa. Seperti semboyan Kota Bogor, 'Dinu Kiwari Ngancik Nu Bihari Seja Ayeuna Sampeureun Jaga' yang dipahat di Tepas Salapan Lawang dekat landmark Kota Bogor, Tugu Kujang. Maknanya, 'Apa yang kita nikmati hari ini adalah ikhtiar para pendahulu di masa lalu dan apa yang kita lakukan hari ini akan dinikmati oleh generasi mendatang," katanya.
Bima Arya juga menceritakan Kota Bogor ketika dirinya masih kecil. Kota Bogor terkenal sebagai kota yang hijau karena ada Kebun Raya Bogor dan tumbuh-tumbuhan. Namun ketika dirinya menimba ilmu di perguruan tinggi, julukan Kota Bogor tetap kota hijau namun bukan karena tumbuh-tumbuhan tetapi hijau karena angkutan kota (angkot) yang berwarna hijau.
"Bagi saya hal itu sesuatu yang sangat serius yang harus dibenahi," katanya. (Prokompim)