IBI Kesatuan, Pilar Masa Depan Kota Bogor

Wali Kota Bogor, Bima Arya menghadiri Pelantikan Rektor Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kesatuan Bogor, Prof. Moermahadi Soerja Djanegara periode 2021-2024 di Aula IBI Kesatuan Bogor, Jalan Rangga Gading, Kelurahan Gudang, Kecamatan Bogor Tengah, Sabtu (9/1/2021).
Bima Arya menilai, IBI Kesatuan Bogor memiliki penguatan keilmuan di bidang bisnis, pariwisata dan teknologi informasi. "Ketiga pilar tersebut Insya Allah kedepan akan menjadi masa depan Kota Bogor," katanya.
Pilar-pilar tersebut kata Bima Arya memiliki potensi sinergi dan kolaborasi yang sangat dahsyat dengan karakter Kota Bogor.
Kepada semua yang hadir baik langsung maupun secara virtual, Bima Arya menyampaikan bahwa Kota Bogor adalah kota yang memiliki banyak sekali potensi luar biasa, baik dari aspek demografis maupun geografis. Kedekatan dengan Ibu Kota negara memungkinkan Kota Bogor bisa bergerak maju lebih kencang dibanding kota lain, termasuk kota lain seputar Jabodetabek.
Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya menyampaikan peningkatan PAD Kota Bogor sejak dirinya menjabat Wali Kota Bogor pada tahun 2014 yang disumbangkan dari jasa dan pariwisata. Namun, pandemi Covid-19 ini membuat kedua sektor tersebut 'terpukul' dengan hebat.
"Akhir tahun 2020 diprediksikan skenario terburuk, PAD Kota Bogor drop sampai 60 persen. Setelah kita melakukan upaya dan ikhtiar, data menunjukkan prediksi tersebut tidak terjadi, penurunan tidak signifikan. Bahkan di akhir tahun PAD Kota Bogor tercatat Rp 840 Miliar yang disumbangkan pilar jasa dan pariwisata," jelas Bima Arya.
Kota Bogor menurut Bima Arya bisa melakukan economy rebound dan economy recovery, karena membidik wisata alam yang aman dan nyaman di masa pandemi Covid-19.
Kepada aparatur wilayah ia telah memerintahkan untuk terus turun dan menggali potensi alam, sehingga menjadi wisata outdoor yang sehat dan nyaman sinergi dengan pihak lainnya. Beberapa diantara di Mulyaharja, Kampung Cikeas di Katulampa.
Bima Arya meyakini dan optimis dengan kolaborasi dan sinergi antara pihak terkait, dengan analisis dan riset serta konsep marketing yang dikembangkan di IBI Kesatuan pariwisata di Kota Bogor akan terus melangkah maju dan akan bergerak lebih kencang.
Sementara itu, di bidang teknologi informasi, Bima Arya menyebutkan, ada ribuan anak muda Kota Bogor yang terdeteksi memiliki passion yang sangat kuat dalam menekuni dunia digital yang terus berkembang selaras teknologi 4.0.
"Ada startup - startup yang memiliki prospek yang sangat baik bila dikombinasikan dengan UMKM di Kota Bogor," sebutnya.
Menurut Bima Arya, Prof. Moermahadi Soerja Djanegara merupakan sosok yang memiliki jam terbang sangat panjang, mulai dari birokrasi pemerintahan, entrepreneurship, memiliki relasi yang sangat baik dengan semua, sehingga mampu merajut dan menjahit berbagai komponen tersebut.
"Besar harapan Pemerintah Kota Bogor Prof. Moermahadi tidak saja mampu membawa IBI Kesatuan menjadi yang terbaik, tetapi juga bersama Kota Bogor menjemput masa depan yang cerah dan memberikan kesejahteraan bagi warga Kota Bogor," harapnya.
Prof. Moermahadi Soerja Djanegara pada acara tersebut secara resmi dilantik menjadi rektor IBI Kesatuan Periode 2021-2024 menggantikan Dr. H. Iriyadi, Rektor IBI Kesatuan periode 2019-2021. (Prokompim)