Bima Arya Sampaikan Hasil Evaluasi Penanganan Covid-19 dari BPK

Wali Kota Bogor, Bima Arya menyampaikan hasil evaluasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jawa Barat atas laporan penanganan Covid-19 bidang kesehatan Tahun Anggaran 2020 pada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan instansi terkait lainnya di ruang kerja Wali Kota, Balai Kota Bogor, Rabu (6/1/2021).
Menurut Bima Arya, hasil evaluasi tersebut akan menjadi landasan Pemkot Bogor melakukan penguatan dalam pelaksanaan aspek testing, tracing, treatment, edukasi dan sosialisasi.
"Insya Allah ini akan menjadi rujukan bagi saya selaku kepala daerah serta jajaran Pemerintah Kota Bogor dalam rangka pembenahan dan perbaikan kedepan," kata Bima Arya.
Pada prinsipnya empat aspek yang menjadi fokus evaluasi dari BPK, tegas Bima Arya menjadi landasan Pemkot Bogor dalam upaya penanganan Covid-19 di Kota Bogor.
Kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, dirinya sejak awal sudah meminta untuk memiliki formula antisipatif dalam konteks menyiapkan skenario terburuk, apa yang harus dilakukan terkait empat aspek tersebut. Sebab, menurutnya hal tersebut tidak bisa mendadak dan harus bisa diprediksi.
"Usaha maksimal yang dilakukan Pemerintah Kota Bogor pada perjalanan dan pelaksanaannya terdapat titik lemah dan kendala yang sifatnya dua hal, yaitu administratif dan kapasitas," sebutnya.
Untuk administratif, misalnya Pemkot Bogor melakukan akselerasi untuk menambah kapasitas PCR, pengadaan laboratorium dan sebagainya. Namun tetap mengikuti kaidah-kaidah dan prosedur yang harus tetap dipenuhi dan hal ini memerlukan waktu hingga akhirnya berdampak pada penyerapan.
"Untuk kapasitas, kami mengakui SDM yang ada terbatas," akunya.
Sebelumnya, Perwakilan Kepala BPK Provinsi Jawa Barat, Agus Taufik menjelaskan, hasil pemeriksaan kinerja atas efektivitas penanganan pandemi Covid-19 bidang kesehatan tahun anggaran 2020 Pemkot Bogor dijalankan secara sistematika yang dibagi dalam 5 tahapan, dimana terdiri dari pemeriksaan, tujuan dan sasaran, lingkup pemeriksaan, proses pemeriksaan dan kesimpulan.
Untuk pemeriksaan dibagi menjadi dua, yaitu pendahuluan pada 10 hingga 20 September 2020 dan pemeriksaan terinci pada 15 Oktober sampai dengan 13 November 2020 yang mana outputnya berupa laporan hasil pemeriksaan yang disampaikan pada kegiatan yang dilaksanakan secara virtual.
"Adapun tujuan pemeriksaan yang dilaksanakan untuk menilai efektivitas dalam penanganan pandemi Covid-19 bidang kesehatan dengan empat sasaran, yakni testing, tracing, treatment, edukasi dan sosialisasi," kata Agus Taufik.
Hasil dari pemeriksaan keempat aspek tersebut lanjut Agus, diharapkan menjadi warning atau peringatan bagi Wali Kota Bogor dan jajaran Pemkot Bogor untuk dilakukan perbaikan-perbaikan sehingga kedepannya menjadi lebih baik.
"Dari empat tahapan yang diaudit, BPK menilai pada intinya pengelolaan manajemen Covid-19 yang dilaksanakan Pemerintah Kota Bogor cukup efektif. Namun demikian Pemkot Bogor diminta untuk menindaklanjuti rekomendasi selama 60 hari terhitung mulai hari ini sehingga kedepannya akan memberikan manfaat," katanya.
Pada tersebut, Bima Arya didampingi Kepala BKAD Kota Bogor Denny Mulyadi dan Kepala Inspektorat Kota Bogor Pupung W Purnama. Turut hadir Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor, Jenal Mutaqin. (Prokompim)