Baznas Kota Bogor Sosialisasikan Protokol Kesehatan Kepada UPZ Masjid

Badan Zakat Nasional (Baznas) Kota Bogor menggelar Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Covid-19 kepada Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid di Aula PPIB, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Kamis (17/12/2020). Sosialisasi ini juga dihadiri langsung Wali Kota Bogor Bima Arya.
"(Kasus) Covid-19 di Kota Bogor sedang tinggi-tingginya. Kalau di Maret rata-rata kasus hanya 11 orang (per hari), setelah Ramadhan dua minggu tidak ada kasus, namun merambat naik pada Juni dan sekarang mencapai 50-70 kasus Covid-19 per hari. Sampai hari ini terhitung 3 ribu orang terkena Covid-19, dengan rincian 841 orang dirawat di rumah sakit, 118 orang meninggal, dan ribuan lainnya sembuh," ungkap Bima Arya.
Bima mengatakan, langkah yang sedang diikhtiarkan yakni menambah fasilitas dalam bentuk rumah sakit darurat sebagai bentuk antisipasi atas lonjakan kasus yang terjadi setiap harinya. Rumah sakit darurat ini nantinya akan diperuntukkan bagi pasien dengan gejala sedang dan berat. Pemkot Bogor menargetkan bulan depan rumah sakit darurat sudah bisa beroperasi.
"Kami juga akan memperkuat unit lacak atau tim surveilans. Tim ini, begitu ada kasus positif, kontak eratnya dilacak. Tapi karena kasus per hari sudah 70 orang yang artinya harus mencari dan mengawasi kontak erat 1.400 orang sementara personil unit lacak tidak sampai 1.500," jelas Bima.
Di tempat yang sama, Ketua Baznas Kota Bogor Chotib Malik mengatakan, sosialisasi pencegahan dan penanganan Covid-19 untuk 40 UPZ Masjid ini sebagai bentuk kepedulian Baznas Kota Bogor membantu pemerintah mendisiplinkan masyarakat agar patuh Protokol Kesehatan.
Pasalnya, meski Pandemi Covid-19, pengumpulan zakat dan infak di Masjid terus berjalan. Mengingat zakat dan infaq yang terkumpul ini disalurkan kepada masyarakat terdampak Covid-19.
"Jangan sampai ada masyarakat yang kelaparan. Walaupun penerimaan infaq dan zakat selama Pandemi Covid-19 turun, dan target 2020 pun turun dari sebelumnya Rp 8 miliar menjadi Rp 4,5 miliar. Sampai hari ini Sudah kami salurkan Rp 2,5 Miliar untuk tujuh ribu penerima dalam bentuk paket fakir miskin dan paket kesehatan," pungkasnya. (prokompim)