Perumda Tirta Pakuan dan PT SEG Kerja Sama Penyediaan Air Bersih

Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pakuan Kota Bogor melaksanakan perjanjian kerja sama dengan PT Sejahtera Eka Graha (SEG) selaku pengembang kawasan Bogor Raya terkait kebutuhan penyediaan air bersih untuk kawasan Bogor Heritage Ecopark di Klub Bogor Raya, Kecamatan Bogor Timur.
Direktur Operasional PT SEG, Wahyu Kurniawan bersama Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan menandatangani MoU tersebut dengan disaksikan langsung Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, Selasa (15/12/2020).
"Bersama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, kami akan melakukan pengelolaan air danau menjadi air baku air minum. Dengan adanya pengembangan kawasan Bogor Heritage Ecopark, PT SEG berkomitmen untuk mengembalikan fungsi dari Danau Bogor Raya tersebut sebagai sumber air minum, pengendali banjir dan wisata air, serta rencana akan diserahkan kepada pemerintah Kota Bogor," kata Direktur Operasional PT SEG, Wahyu Kurniawan.
Dilokasi yang sama, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan, pemanfaatan danau untuk kebutuhan air minum merupakan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Pada aturan baru terdapat perubahan rasio perhitungan layanan air bersih menjadi satu banding lima dan ada perubahan bahwa capaian layanan saat ini baru 76 persen.
"Artinya Perumda Tirta Pakuan harus mencari sumber air baku baru, baik air permukaan ataupun air tanah untuk menambah persentase air. Salah satu sumber air baku yang akan dikelola adalah yang di Danau Bogor Raya dan merupakan sumber air berasal dari air sungai Ciheleut. Nanti PT SEG yang akan merevitalisasi danau, kemudian diserahkan ke Pemkot Bogor agar nanti bisa dimanfaatkan oleh Perumda Tirta Pakuan. Jadi pemanfaatan air danau ini untuk memenuhi jumlah layanan air," jelas Dedie.
Dedie melanjutkan, air di danau Bogor Raya berpotensi memiliki 400 liter per detik. Saat ini kondisi danau sedimentasi tinggi dan sudah puluhan tahun tidak diurus. Nanti setelah direvitalisasi, baru danau diserahkan menjadi PSU ke Pemkot Bogor.
"Penyerahan PSU itu kondisi danau harus dalam keadaan baik, jadi harus direvitalisasi dulu. Nanti danau pasti diserahkan sebagai PSU, tapi berdasarkan aturan Perda, harus dalam keadaan kondisi baik. Ditargetkan revitalisasi selama satu tahun," ungkapnya.
Masih di lokasi yang sama, Dirut Perumda Tirta Pakuan, Rino Indira Gusniawan mengatakan, pihaknya sudah menghitung kebutuhan untuk pengelolaan air bersih di danau Bogor Raya. Jadi, sumber air dari danau itu untuk mengcover kebutuhan pembangunan di Bogor Heritage Ecopark. Potensinya sekitar 400 liter per detik dan itu cukup untuk mengcover kawasan itu dan pelanggan lainnya.
"Ini peluang bagi Perumda Tirta Pakuan dan peluang bagi masyarakat Kota Bogor," terangnya.
Rino juga menerangkan, penghitungan kasar untuk kebutuhan anggaran 400 liter per detik sekitar Rp 40 Miliar ditambah pembangunan reservoir dan jaringan baru. Jadi total sekitar Rp 100 Miliar untuk pembangunannya. Selain itu, di lokasi juga akan dibangun Spam baru dengan layanan modern.
"Sekarang sudah mulai mendesain dan menghitung, semua dijalankan sesuai peraturan-peraturan yang berlaku," tegasnya. (Prokompim)