Bima Arya : Pahlawan Itu Ada di Sekitar Kita

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor memberikan penghormatan dan penghargaan kepada para pejuang di masa pandemi Covid-19.
Acara penghargaan tersebut dikemas dalam acara Anugerah PWI Kota Bogor 2020 yang digelar di Museum dan Monumen PETA, Jalan Jendral Sudirman, Kota Bogor, Jumat (11/12/2020) malam.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan bahwa perang melawan Covid-19 masih jauh dari kata selesai. Sebab, warga Kota Bogor masih banyak yang terpapar.
Dalam setiap perang menurutnya, selalu melahirkan pahlawan dan pecundang. Setiap perang juga, selalu mencatatkan pemenang dan pengkhianat. Sering kali sulit menemukan pahlawan. Tidak mudah juga menemukan pecundang.
"Bersyukur di saat yang sama, ada orang yang menjadi pahlawan. Yaitu mereka yang mengambil risiko kehilangan nyawanya untuk menyelamatkan banyak orang. Sulit memang mencarinya. Karena pahlawan sejati tidak ingin ditemukan, dan tidak mau untuk dikenali," jelasnya.
Cerita kepahlawanan, tidak akan pernah berhenti dan para pahlawan yang akan diumumkan malam ini akan memberikan Kota Bogor energi positif dan energi baru untuk menguatkan kebersamaan melewati masa pandemi Covid-19.
Menurut Bima Arya, apa yang dilaksanakan PWI Kota Bogor merupakan langkah yang luar biasa, berusaha menemukan dan mengangkat para pahlawan sebagai menambah semangat bagi semua elemen di Kota Bogor dalam ikhtiar melewati pandemi Covid-19, memerangi Covid-19.
Dalam setiap peperangan selalu melahirkan pahlawan dan pecundang, selalu mencatatkan pemenang dan pengkhianat, seringkali sulit menemukan pahlawan dan tidak mudah menemukan pecundang. Setiap orang tidak mau menjadi pecundang dan tidak mau ada pengkhianat yang menari-nari diatas susahnya orang lain, yang mengambil kesempatan dalam kesempitan.
"Orang yang ditangkap KPK di masa pandemi Covid-19 sekarang ini, saya kira masuk kategori itu," katanya.
Disamping itu, Pahlawan itu ada di sekitar kita. Para anggota TNI, Polri yang setiap hari menyabung nyawa untuk menegakkan aturan adalah pahlawan bagi istri dan anak-anaknya.
Para guru yang hingga hari ini masih berangkat ke sekolah untuk memberikan materi bagi siswanya dengan risiko terpapar di sekolah adalah pahlawan bagi anak didik dan keluarganya.
"Bagi saya, pahlawan di keluarga adalah istri saya dengan segala keterbatasan mengawal dan mendampingi anak-anak agar tidak stres dan tidak jenuh, tetap fokus menempuh Pembelajaran Jarak jauh yang makin lama makin membosankan," katanya. (Prokompim)